Tidak Selamanya

image

“Maybe you will leave me someday, but our memories don’t.” (Izzaty, 2016)

Selarik kalimat yang aku tulis di akun twitter dan juga facebook-ku tetiba menjadi viral. Agaknya, kalimat itu menyinggung perasaan sebagian besar teman-temanku. Baper, kata mereka.

Tetapi aku sendiri baru menemukan kalimat itu -tentu saja hasil kontemplasiku- semalam. Aku mengingat beberapa perjalanan “persahabatan” yang aku lalui sendiri. Beberapa masih sejati, lebih banyak lagi yang kandas menepi. Dan mulailah aku menyalahkan diri sendiri.

Aku kah yang membuat mereka sakit hati? Ucapanku yang kasar kah? Perilakuku yang tak sopan kah? Tulisanku yang sarkas kah?

Well, kuberitahu saja. Tidak akan ada yang abadi. Entah bagaimanapun kamu menjaganya mati-matian. Persahabatan, cinta, usia.

“Hati bertemu hati tidak lagi sejati,” kata Farid  FSTVLST.

Lebih lagi ketika kamu mulai berusia, maksudku usiamu bertambah, tentu saja. Lingkaran pertemanan, pergaulan, jejaring anggota, akan berubah seiring usia, waktu, serta minatmu. Jadi ayolah, tidak perlu mendramatisir sebuah perpisahan.

Sudah kukatakan lagi, kamu mungkin akan meninggalkanku suatu hari, tapi memori kita tidak. Maha Besar Allah yang memberi kita memori. Sehingga aku bisa mengingat memori tentang kamu. Seberapapun menyenangkan, seberapapun menyedihkan.

Pun jika memori yang kuingat adalah ketika aku menyakiti hati kamu, lalu aku bisa apa?

Jogja, 16 Juni 2016

#TantanganHujanKarya1437H
#Day2

Masih Milikmu

image

Pada dasarnya, semua yang ada di dunia ini, termasuk kamu, adalah milik Allah. Mutlak. Hakiki. Tidak perlu dipertanyakan lagi. Lalu kenapa musti bingung dan marah jika sebagian kecilnya diambil?

Ah, kemarin, mengingatkan aku pada satu titik. Dimana bahwa Allah sedang menguji, percaya nggak sama rezeki Nya?

14.50 WIB
Aku keluar dari warung makan dekat kontrakan dengan langkah biasa, santai, tak tergesa. Begitu juga kawanku di sebelah. Kami bahkan masih sempat bercanda soal jas hujan di parkiran. Aku dan dia berpisah, aku ke studio, dia pulang ke rumah. Continue reading

Pergi

Apa maumu?

Seenaknya saja merasuki mimpiku. Membuat rautku pucat tiap kali berpapasan denganmu. Menghasilkan gempa pribadi yang tak kalah hebat jika tanpa sengaja melihatmu.

Apa maumu?

Lalu seenaknya saja kau pergi tanpa permisi. Sesukanya kau menghilang tanpa bayang. Semudah itu kau tak peduli lagi.

Lalu apa salahmu?

Tak ada yang salah denganmu. Cuma aku yang terlalu buru-buru. Anggap sajalah semua itu angin lalu.

Ah ya. Maaf aku tak pernah benar benar mengenalmu. Pun kamu, benar benar tak pernah mengenalku.

penghujung malam,
diantara tumpukan laporan,

Jahat

saya jahat. itu yang saya katakan pada diri saya sendiri suatu ketika. saya dengan sengaja bilang ke kalian kalo saya mau pergi dari kalian. saya jahat. saya tega sekali meninggalkan kalian di saat saat genting seperti ini. saya tau saya jahat. maka saya memang ngga perlu lagi kalian perhatikan. saya sudah bilang ke kalian langsung. saya mau pergi. jadi memang sudah wajar kalau kalian tiba tiba enggan membalas semua pesan saya. memang sudah saatnya kalian bilang saya ini sudah tidak peduli lagi dengan apa yang kalian lakukan. saya sadar saya jahat. pernah saya bilang saya sudah menyerah. bukan menyerah atas apa yang kita lakukan. tapi menyerah dengan pertemuan pertemuan kita yang sering membuat saya berlinang air mata. saya tidak marah. saya cuma sedih. itu saja. jauh di hati saya, saya sayang kalian semua. kalau kalian sering liat saya marah marah, itu cara saya saja buat bilang saya sayang kalian. saya pernah merasa senang, sedih, bahagia, rindu, sakit hati, itu semua waktu saya bersama kalian. saya ngga tau harus bilang apa lagi. tapi saya memutuskan untuk pergi. kalian pasti (dan harus) tetap jalan walau tanpa saya. saya sedang berjalan juga, tapi beda ruas dengan yang kalian ambil. saya tau, diujung jalan itu kita akan bertemu lagi. saya tau, sepanjang jalan ini bisa jadi kita bakal saling bersisian kembali walau hanya sekian detik. saya, saya bakal rindu kalian semua….

 

 

saya tau saat saat itu pasti akan tiba,

Jogja