Ajari Aku Cinta

Aku baru saja menjejakkan kaki ke lantai yang masih sangat dingin itu. Aku merapatkan jaketku, menghalau dinginnya udara sehabis hujan deras semalaman. Suasana mustek masih sepi. Aku awalnya tak berencana ke sini. Ah tapi entahlah, tiba tiba aku sudah berada di pelatarannya. Entah apa yang membuatku melangkah ke bangunan yang terlalu besar untuk disebut musholla ini. Sering tiba-tiba ada kekuatan yang membuatku lupa tujuan ke kampus. Bukannya ke kelas malah ke mustek.

mustek kala itu

Baru saja aku tersenyum karena merasa paling awal menapakkan kaki di mustek pagi ini, tiba tiba seseorang menepuk pundakku,
“Mas, tumben pagi-pagi sudah datang. Kuliah pagi ya,Mas?” Ternyata sudah ada yang lebih dulu datang dari aku.
“Oalah, Mbah Djiman… Ndak kok mbah. Cuma kangen mustek aja hehehe,” Jawabku sekenanya. Memang tanpa alasan aku datang. Apa semua harus butuh alasan?
“Wah lha kok apik tenan ,Mas iki alesane hahaha,” aku nyengir. Apalagi melihat deretan gigi beliau yang beberapa sudah tanggal. Nggemesin tapi kasihan. Continue reading

Pogung Macet !!

ya kira2 kayak gini

Kemarin itu hari Selasa. nah selasa pagi itu aku ada jadwal kuliah jam 07.00. Jadilah aku jalan dari kontrakan ke kampus pagi pagi itu. sebenernya udah ngga pagi lagi sih. wong udah jam 7 kurang 10 menit 😀  Tumben juga jalan kaki hehehe. biar lumayan sehat lah olahraga kecil kecilan gitu. Alasan yang lebih penting lagi kenapa jalan kaki adalah : sepeda ontel ku rem nya blong .__. Itu ngeri banget udah nabrak2 orang sebelum di anggurin bentar , opname dulu ohohohoo..

Nah kerennya nih, habis pertigaan Masjid Siswa Graha, aku bengong. WOOOOOOOWW macet total !!! Campur aduk jenis motor dan polusinya. Klakson bunyi kemana mana. What’s wrong with Pogung???
Continue reading

Semester Empat

aaaaaaahhhhh~~~ kuliah semester 4 sudah berjalan 1 pekan. memasuki (lagi) dunia univ yang gemerlap. gemerlap katamu? yeaaah, gemerlap karena begitu banyak yang bisa kau dapatkan di sana 🙂

sahabat, teman, rindu, bahagia, sedih, kecewa, tangis, tawa, canda, kakak, adik, cinta, duka, hasil, usaha, gagal, bangkit, jatuh, bergerak, merasa,……..

IMG_0003-002-005 copy
Continue reading

#Pemira2012

pemira

Pemira telah usai.. yak, perhelatan akbar, pesta rakyat-nya mahasiswa UGM yang paling heboh ini sudah berakhir. setelah beberapa minggu bergelut dengan kampanye, strategi, penjagaan tps, dll. akhirnya kelar jugaaaa 🙂 dan untuk BEM KM UGM 2013 telah terpilih mas Yanuar Rizki Pahlevi (T.Fisika 2009) menjadi presma.

Jadi keinget gimana semua proses itu kami jalani. bukan main main. menjaring nama dengan kualitas terbaik di UGM butuh waktu yang lama serta kesamaan persepsi. balon balon yang diajukan pun gak main main. keren semua broh!! kualitas? pengalaman? pengamalan? jangan ditanya.. mereka semua keren keren! suatu waktu sebuah musyawarah besar pun digelar. untuk menjaring satu nama terbaik yang akan kami ajukan. oh iya, kami disini adalah para kader dan simpatisan KAMMI serta Partai Bunderan UGM. akhirnya kami berhasil menemukan (?) satu nama : Yanuar Rizki Pahlevi. beliau ini menjabat sebagai Ketua BEM KMFT 2012. Dan dimulai lah peperangan (?) itu ..
Continue reading

Negeri di Balik Kabut -part 2/end

Ahad, 13 Mei 2012

Keesokan harinya, seusai mendegarkan adik adik murojaah juz 30, aku dan teman teman balik ke homestay untuk masak sarapan. Tak berapa lama, temen ikhwan ada yang nongol di depan homestay kami. Wajahnya lemes sambil menyuruh kami ikut bantu bersih bersih masjid. Kukira mereka sudah sarapan, enak sekali.. tapi jawabannya sungguh mencengangkan,

“Sarapan apaan. Orang kami aja baru kelar nyuciin piring yang semalem tuh segunung!!” kata mereka sambil menunjukkan tangan mereka, sok pamer 😀

Dan aku tertawa, kena deh kalian! Ternyata piring piring yang untuk makan makan semalam di rumah bu kadus itu mereka yang nyuciin hahahaha 😀

Saat membersihkan masjid, aku heran. Ini kenapa nggak di-pel? Waktu kutanyai adik adik satu persatu, mereka menjawab kompak. Emang ngga pernah di pel. Ooooo…. Akhirnya aku inisiatif ngepel. Dengan lap seadanya. Eh ternyata ngga bersih karena lantainya memang berdebu sekali. Repot juga dengan kondisi adik adik yang sangat aktif, tambah kotor aja                -______- Akhirnya entah mas Aziz kesel liat kami atau kenapa, beliau malah yang inisiatif “mandiin” masjidnya. Yasudah, kami siram lantai masjid dengan berbelas ember air. Hohoho, walaupun sungguh nggak enak banget sama mas Aziz karena ngerepotin. Hemm….. Continue reading

Negeri di Balik Kabut -part 1

Meringis  aku merasakan panas yang menggigit kulit di Jogja ini. Aiiissshhh… panas betul Jogja ,ya Allah …. Dan tiba tiba aku mersakan kangen yang dalam terhadap rasa dingin menusuk tulang itu. Pikiranku mengembara, terbang bersama kenangan yang rapi tersimpan dalam memori otak ku yang terlampau besar ini.

            Jum’at, 11 Mei 2012

Suara teriakan membahana ketika kami datang dengan susah payah setelah menapaki jalanan berbatu cadas dengan tebing di kanan dan jurang di sebelah kiri. Lantas mereka berebut mencium tangan kami. Seketika aku tertegun. Sampai seperti ini kah? Lalu malu malu mereka menyebutkan nama mereka. Aku tersenyum, dengan otak yang bekerja ekstra untuk menghafal nama mereka. Dan sejenak aku membatin, “Allah…aku kuat ngga yaa disini 3 hari…”

Maka hari pertama kucoba menjalani dengan keyakinan dan basmalah. Dan terkejut terkagum meihat sambutan mereka semua. Dengan wajah yang memerah karena malu dan melirik lirik kanan kiri takut salah, bergantian adek adek kecilku “manggung”. Dan aku nyaris tak bisa menyembunyika rasa terkejut karena mereka! Wow saja, aku baru kenal nasyid “Bingkai Kehidupan” dan “Merah Saga” itu masuk SMA loh. Dan mereka sudah lancar menyanyikannya! Subhanallah, militan banget euy! Acara tak berhenti sampai disitu ternyata! Sesi sambutan dan perkenalan menjadi ajang gokil-gokil an dan si ketua KKD habis mengerjai kami semua, ckckck. Continue reading

Satu Tahun Lalu

sebuah memori yang membuatku terpacu untuk maju ..

masa masa ini … setahun yang lalu ….

Aku menggigit bibir di depan laptop Opi. mengetikkan nomor pendaftaran. menunggu loading sambil memejamkan mata. opi dan tii menunggu di samping tempat tidur dengan harap harap cemas. dan teriakan lemah mereka membuka mataku.
“fii …. ga ketrima …. gimana ….” , aku tersenyum. nada suara mereka lemah. ku hela nafas.
” santai lah …. mungkin ini bukan jalanku .. jangan bilang teman teman dulu ya”, aku tersenyum dan beranjak keluar kamar. angin malam menyambut.
ya. begitu saja ekspresi ku. walau sakit menusuk hati. walau aku tak tau lagi harus ngomong apa sama abi-umi. walau aku tak mampu menatap wajah2 para ustadz/ah ku yang sangat berharap. walau aku tak kuat melihat paras teman teman yang kucintai begitu mengkhawatirkan ku. walau aku sendiri pun tak tau harus memulai dari mana menata hati ini …….
Continue reading